Rasa yang Gugur di Ujung Kata

Dalam diam
Aku menyimpan cerita yang tak pernah menjadi suara
Ada keinginan sederhana, namun terasa begitu jauh
Yaitu bisa di mengerti tanpa harus dijelaskan
Aku berharap seseorang membaca hati
Sebagaimana pagi membaca embun, 
dengan kelembutan yang tak memaksa
Dengan pengertian yang tak meminta alasan
Tapi dunia ini hanya mengenal bahasa kepentingan
Semua yang tak berwujud diangap sepi
Seperti daun kering yang di tiup angin ringan rapuh
Tak bermakna
Perasaan bukan lagi bahasa yang dimengerti 
Ia menjadi bayang-bayang yang hanya dipandang
Tanpa benar-benar dilihat

Aku berjalan diantara kerumunan
Membawa beban yang hanya aku tahu
Wajahku mungkin tersenyum
Tapi jiwa ku tertunduk
Adakah yang mampu memahami hening dimata ku
Memahami bahwa setiap langkahku
Adalah percakapan sunyi yang engan sembuh

Aku ingin bicara tapi takut tak ada yang mendengar
Dunia terlalu bising untuk peduli

Akupun menyadari keinginan di mengerti tanpa menjelaskan
Adalah merinduan yang paling pilu
Sebab dunia hanya peduli pada apa yang terlihat
aku adalah rahasia yang tersembunyi di balik ribuan tirai

Namun kerinduan ini adalah nyala kecil yang menghidupkan
Bahwa dibalik setiap kebisuan, ada harapan meski 
Sekecil detak di ujung malam
Bahwa suatu saat akan ada orang yang mengerti tanpa kata
Menyentuh tanpa syarat
Hingga saat itu tiba, aku akan terus menyulam kesunyian malam menjadi do.a
Bukan untuk dunia yang paham perasaan
Tapi untuk hati yang belajar menerima bahwa
Tak semua luka perlu disembuhkan
Dan tak semua cerita perlu di dengar
Sebab mengerti diri sendiri adalah cinta yang paling abadi

00.23/21.03.25
sidartha gadhing


Post a Comment

0 Comments